Puyuh petelur yang sudah memasuki masa produksi tidak selalu menghasilkan jumlah telur yang sama setiap hari. Ada hari ketika hampir semua betina bertelur, tetapi pada hari berikutnya jumlah telur yang terkumpul bisa berkurang. Kondisi ini perlu dibedakan antara variasi produksi yang masih wajar dan penurunan yang menunjukkan adanya masalah dalam pemeliharaan. Kesalahan yang sering terjadi saat menghadapi penurunan telur adalah langsung mengganti pakan atau menambahkan suplemen tanpa memeriksa penyebabnya. Padahal, produksi telur dipengaruhi oleh beberapa faktor yang saling berkaitan, mulai dari umur puyuh, kecukupan nutrisi, ketersediaan air minum, pencahayaan, kondisi lingkungan, hingga kesehatan ternak. Untuk mengetahui penyebabnya, peternak perlu melihat pola produksi selama beberapa hari, bukan hanya membandingkan hasil panen hari ini dengan kemarin. Dari catatan tersebut, perubahan produksi dapat diperiksa bersama kondisi pakan, air minum, kandang, dan perilaku puyuh. ...
Telur puyuh fresh dari kandang sendiri Ringkasnya: di Kabupaten Sijunjung, harga telur puyuh 2026 naik dari Rp28.000–31.000 per tray (100 butir) di Januari–Februari ke puncak Rp39.000 di Maret (bulan puasa), lalu jatuh ke Rp16.000–18.000 di April, level terendah sejak saya beternak tahun 2018. Saya memilih tidak menambah populasi saat harga tinggi, lalu bertahan dengan pakan adukan sendiri (±Rp5.400 per kg, dibanding pakan pabrikan ±Rp8.100 per kg). Dari lima peternak di kampung saya, per 31 Mei 2026 tersisa dua. Saya beternak puyuh petelur di Kabupaten Sijunjung, Sumatera Barat, sejak 2018. Dalam delapan tahun itu harga telur puyuh sudah beberapa kali naik-turun, tapi siklus tahun 2026 ini yang paling tajam: dalam hitungan minggu harga naik sampai Rp39.000/tray, lalu jatuh ke Rp16.000/tray begitu Lebaran lewat. Artikel ini catatan dari kandang sendiri, lengkap dengan alasan kenapa saya pilih tidak ikut menambah populasi waktu harga sedang tinggi, dan cara sederhana yang saya pa...