Langsung ke konten utama

Postingan

Pinned Post

Kenapa Puyuh Bertelur Tidak Setiap Hari?

Puyuh petelur yang sudah memasuki masa produksi tidak selalu menghasilkan jumlah telur yang sama setiap hari. Ada hari ketika hampir semua betina bertelur, tetapi pada hari berikutnya jumlah telur yang terkumpul bisa berkurang. Kondisi ini perlu dibedakan antara variasi produksi yang masih wajar dan penurunan yang menunjukkan adanya masalah dalam pemeliharaan. Kesalahan yang sering terjadi saat menghadapi penurunan telur adalah langsung mengganti pakan atau menambahkan suplemen tanpa memeriksa penyebabnya. Padahal, produksi telur dipengaruhi oleh beberapa faktor yang saling berkaitan, mulai dari umur puyuh, kecukupan nutrisi, ketersediaan air minum, pencahayaan, kondisi lingkungan, hingga kesehatan ternak. Untuk mengetahui penyebabnya, peternak perlu melihat pola produksi selama beberapa hari, bukan hanya membandingkan hasil panen hari ini dengan kemarin. Dari catatan tersebut, perubahan produksi dapat diperiksa bersama kondisi pakan, air minum, kandang, dan perilaku puyuh. ...
Postingan terbaru

Harga Telur Puyuh Anjlok ke Rp16.000 per Tray? Langkah Bertahan yang Saya Hitung

Harga telur puyuh terendah yang pernah saya alami adalah Rp16.000 per tray berisi 100 butir, atau Rp160 per butir. Itu di bawah biaya pakan saja. Beberapa bulan kemudian, harga di kandang saya naik ke Rp310 per butir. Selisih harga yang begitu lebar bukan keadaan luar biasa. Bagi peternak puyuh kecil, ia bagian dari pekerjaan, dan peternak yang bertahan biasanya yang sudah memikirkan jawabannya sebelum harga jatuh, bukan sesudahnya. Artikel ini disusun sebagai urutan tindakan: apa yang saya periksa pada hari pertama harga jatuh, apa yang saya hitung dalam minggu pertama, dan keputusan apa yang menunggu pada bulan pertama dan sesudahnya. Hitungannya memakai kandang 1.150 ekor puyuh Autumn dengan panen 970 sampai 1.015 butir per hari dan biaya pakan Rp179.400 per hari (26 gram per ekor, Rp6.000 per kilogram). Biaya lain per hari saya pakai contoh Rp50.000, dan Anda perlu mengganti dengan angka kandang Anda. Hari Pertama: Ketahui Dulu Posisi Anda Reaksi pertama banyak peternak adal...

Telur Puyuh Gagal Menetas? Kamus Gejala dan Cara Membaca Penyebabnya

Dari 1.000 butir telur di mesin tetas rakitan saya, 750 menetas. Daya tetas 75 persen itu sudah di kisaran yang umum bagi mesin rakitan (65 sampai 80 persen), tetapi ada 250 butir yang tidak jadi apa-apa. Waktu menulis Modal Rp500 Ribu untuk 1.000 Telur Puyuh , saya membahas biaya per anakan sekitar Rp715, tetapi tidak membahas apa yang bisa dipelajari dari telur yang gagal. Padahal telur yang gagal bisa "berbicara": cara ia gagal memberi petunjuk di mana masalahnya. Artikel ini berbentuk kamus gejala. Anda membuka telur yang tidak menetas, melihat apa yang ada di dalamnya, lalu mencari gejalanya di bawah. Untuk setiap gejala saya tuliskan apa yang terlihat, apa yang umumnya dicurigai, cara memastikannya, dan apa yang bisa dicoba. Ini panduan umum yang saya susun dari pengalaman satu mesin dan pengetahuan yang lazim di kalangan peternak. Daftar penyebabnya adalah petunjuk, bukan diagnosis pasti, dan hasilnya bisa berbeda di mesin Anda. Sebelum Membuka Telur: Siapkan Pem...

Kapan Puyuh Petelur Diafkir? Hitung dari Titik Impas, Bukan dari Umur

Pertanyaan "puyuh petelur sebaiknya diafkir umur berapa?" hampir selalu dijawab dengan angka: 12 bulan, 14 bulan, 18 bulan. Angka seperti itu menenangkan karena sederhana, tetapi di kandang saya angka tidak pernah bisa dipakai begitu saja. Dari dua kelompok puyuh yang pernah saya catat, satu bertahan berproduksi sampai sekitar dua tahun, sedangkan kelompok lain sudah anjlok pada umur 13 sampai 15 bulan. Umur yang sama, nasib yang sangat berbeda. Karena itu saya berhenti bertanya "berapa bulan" dan mulai bertanya hal lain: apakah seekor puyuh masih menutup biayanya hari ini, dan berapa lama penggantinya baru menutup biaya penggantiannya. Artikel ini adalah cara berpikir yang saya pakai untuk menjawab dua pertanyaan itu, lengkap dengan hitungannya. Angka yang saya pakai sebagai contoh sebagian berasal dari kandang saya (pakan 26 gram per ekor per hari, Rp6.000 per kilogram, harga telur Rp230 sampai Rp310 per butir), dan sebagian adalah asumsi yang saya tandai jela...

Kanibalisme Puyuh di Kandang Saya: Kronologi 16 Hari, Angka Kerugian, dan Apa yang Sebenarnya Terjadi

Tanggal 3 Agustus saya menemukan dua ekor puyuh dengan bulu punggung rontok dan kulit memerah di area pangkal ekor. Awalnya saya menganggapnya sebagai kejadian biasa. Namun, dua hari kemudian jumlahnya bertambah menjadi tujuh ekor dalam satu petak yang berisi 60 ekor puyuh. Artinya, hampir 12 persen populasi dalam petak tersebut sudah menunjukkan masalah yang sama hanya dalam waktu dua hari. Pada titik itu saya mulai menganggapnya sebagai masalah yang perlu dicatat dan diamati lebih serius. Saya kemudian mulai memperhatikan bukan hanya jumlah puyuh yang terluka, tetapi juga bentuk lukanya, perilaku puyuh di dalam petak, kondisi pencahayaan, pakan, serta perubahan yang terjadi beberapa hari sebelumnya. Bagaimana Saya Membedakan Luka Biasa dengan Bekas Patukan Hal pertama yang saya pelajari adalah membedakan luka akibat gesekan dengan luka yang kemungkinan berasal dari patukan sesama puyuh. Luka akibat gesekan kawat biasanya terlihat di bagian kaki atau sayap. Bentu...

Cara Membaca Kotoran Puyuh: Mana yang Normal dan Kapan Harus Curiga

Puyuh sangat pandai menyembunyikan sakit. Saat terlihat lemas dengan bulu berdiri di sudut kandang, biasanya penyakitnya sudah jauh. Karena itu, salah satu kebiasaan harian yang saya jaga adalah melihat kotoran di tatakan bawah kandang setiap pagi. Bentuk, warna, dan kebasahan kotoran bisa memberi tanda lebih awal daripada perilaku puyuhnya. Ringkasnya: kotoran bisa menjadi petunjuk awal, tetapi bukan alat diagnosis. Warna yang sama bisa berasal dari penyebab yang berbeda, dan sebaliknya. Yang paling berguna menurut saya adalah mengenali kondisi normal kandang sendiri, lalu memperhatikan perubahan dan seberapa banyak puyuh yang terdampak. Obat dan dosis sebaiknya ditentukan dokter hewan, bukan ditebak dari warna kotoran. Saya peternak, bukan dokter hewan, jadi tulisan ini berisi cara mengamati dan kapan harus minta bantuan. BACA JUGA : Racikan pakan puyuh petelur untuk puyuh usia 8 bulan keatas Kotoran Normal: Tiga Bagian, Bukan Satu Kotoran unggas sebenarnya campuran tiga ha...

Produksi Telur Puyuh Tiba-Tiba Turun? 6 Penyebab di Kandang Saya

Produksi telur puyuh jarang benar-benar turun mendadak. Di kandang saya, penurunan yang terasa tiba-tiba hampir selalu bermula dari satu perubahan kecil yang terjadi beberapa hari atau beberapa minggu sebelumnya, dan saya tidak mencatatnya. Waktu produksi dari 2.000 ekor jatuh ke sekitar 1.200 butir per hari, saya sempat mengira itu soal umur. Ternyata penyebabnya ada di racikan pakan yang saya buat sendiri. Ringkasnya: ada enam hal yang paling sering berubah sebelum produksi atau kondisi puyuh di kandang saya bermasalah, yaitu energi pakan, pergantian pakan, pencahayaan, panas dan air minum, gangguan yang membuat stres, serta fase umur. Cara paling cepat menemukan penyebabnya adalah mencocokkan catatan produksi harian dengan catatan perubahan di kandang. BACA JUGA : Peternak wajib tahu! cara menghitung BEP dan ROI usaha ternak puyuh petelur 1. Energi Pakan Terlalu Rendah, Bukan Proteinnya Kasus terbesar di kandang saya terjadi saat saya meracik pakan sendiri untuk 2.000 ekor...