Langsung ke konten utama

Pinned Post

Kenapa Puyuh Bertelur Tidak Setiap Hari?

Puyuh petelur yang sudah memasuki masa produksi tidak selalu menghasilkan jumlah telur yang sama setiap hari. Ada hari ketika hampir semua betina bertelur, tetapi pada hari berikutnya jumlah telur yang terkumpul bisa berkurang. Kondisi ini perlu dibedakan antara variasi produksi yang masih wajar dan penurunan yang menunjukkan adanya masalah dalam pemeliharaan. Kesalahan yang sering terjadi saat menghadapi penurunan telur adalah langsung mengganti pakan atau menambahkan suplemen tanpa memeriksa penyebabnya. Padahal, produksi telur dipengaruhi oleh beberapa faktor yang saling berkaitan, mulai dari umur puyuh, kecukupan nutrisi, ketersediaan air minum, pencahayaan, kondisi lingkungan, hingga kesehatan ternak. Untuk mengetahui penyebabnya, peternak perlu melihat pola produksi selama beberapa hari, bukan hanya membandingkan hasil panen hari ini dengan kemarin. Dari catatan tersebut, perubahan produksi dapat diperiksa bersama kondisi pakan, air minum, kandang, dan perilaku puyuh. ...

Disclaimer

Terakhir diperbarui: 13 Oktober 2026

Selamat datang di Catatan Peternak. Situs ini dapat diakses melalui www.wpc.web.id dan berisi informasi, catatan, pengalaman, serta pembahasan seputar peternakan puyuh, khususnya puyuh petelur.

Informasi di Situs

Seluruh informasi yang dipublikasikan di Catatan Peternak disediakan untuk tujuan informasi dan pembelajaran. Sebagian isi artikel dapat dibuat berdasarkan pengalaman, pengamatan, praktik, dan catatan yang diperoleh selama melakukan kegiatan peternakan puyuh.

Kondisi setiap peternakan dapat berbeda. Hasil yang diperoleh di satu kandang atau peternakan tidak selalu sama apabila diterapkan pada tempat lain karena dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti jenis dan kondisi puyuh, umur, pakan, lingkungan, cuaca, kebersihan kandang, manajemen pemeliharaan, serta kondisi lainnya.

Penggunaan Informasi

Pengunjung bertanggung jawab atas keputusan dan tindakan yang diambil berdasarkan informasi yang diperoleh dari situs ini. Informasi yang tersedia sebaiknya digunakan sebagai bahan referensi dan disesuaikan dengan kondisi peternakan masing-masing.

Catatan Peternak tidak menjamin bahwa setiap metode, pengalaman, atau informasi yang dibahas akan memberikan hasil yang sama bagi seluruh pembaca.

Akurasi dan Perubahan Informasi

Kami berusaha menyajikan informasi yang bermanfaat dan sesuai dengan pembahasan artikel. Namun, kesalahan penulisan, kekurangan informasi, atau informasi yang sudah tidak relevan dapat terjadi.

Isi artikel dapat diperbaiki, diperbarui, ditambahkan, atau dihapus sewaktu-waktu apabila diperlukan tanpa pemberitahuan sebelumnya.

Informasi Kesehatan dan Teknis Peternakan

Informasi mengenai kesehatan puyuh, penyakit, obat, pakan, perawatan, atau penanganan masalah tertentu yang terdapat di situs ini tidak dimaksudkan sebagai pengganti pemeriksaan, diagnosis, atau saran dari dokter hewan maupun tenaga ahli yang kompeten.

Apabila puyuh mengalami sakit, kematian yang tidak biasa, penurunan produksi yang serius, atau masalah kesehatan lainnya, sebaiknya lakukan pemeriksaan dan konsultasikan dengan pihak yang memiliki kompetensi di bidang kesehatan hewan.

Tautan ke Situs Lain

Catatan Peternak dapat memuat tautan menuju situs atau layanan pihak ketiga sebagai referensi tambahan. Tautan tersebut disediakan untuk memudahkan pengunjung memperoleh informasi lain yang mungkin relevan.

Kami tidak memiliki kendali atas isi, kebijakan, keamanan, maupun perubahan yang terjadi pada situs pihak ketiga tersebut. Pengunjung bertanggung jawab untuk meninjau informasi dan kebijakan dari situs yang dikunjungi.

Hak Cipta

Konten yang dipublikasikan di Catatan Peternak, termasuk tulisan dan materi lain yang dibuat oleh pengelola situs, tidak boleh disalin atau dipublikasikan kembali secara penuh tanpa izin.

Apabila terdapat penggunaan materi dari pihak lain sebagai referensi, sumber atau pemilik materi akan dicantumkan apabila diperlukan dan memungkinkan.

Penggunaan Situs

Dengan mengakses dan menggunakan situs Catatan Peternak, pengunjung dianggap telah memahami bahwa informasi yang tersedia digunakan atas pertimbangan dan tanggung jawab masing-masing.

Perubahan Disclaimer

Disclaimer ini dapat diperbarui atau diubah sewaktu-waktu sesuai dengan perkembangan situs dan jenis informasi yang dipublikasikan. Perubahan akan ditampilkan pada halaman ini dengan tanggal pembaruan terbaru.

Hubungi Kami

Apabila Anda memiliki pertanyaan mengenai Disclaimer ini atau isi situs Catatan Peternak, silakan menghubungi kami melalui email berikut:

Email: anissagustiawati@gmail.com

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tips Memilih Bibit Puyuh Petelur Unggul Agar Cepat Bertelur

Tips Memilih Bibit Puyuh Petelur Unggul Agar Cepat Bertelur Saya sering ditanya peternak pemula: kenapa puyuh saya sudah umur 6 minggu tapi belum juga bertelur, padahal tetangga yang beli DOC bareng-bareng puyuhnya sudah produksi duluan? Setelah beberapa kali gonta-ganti sumber bibit, saya sadar akar masalahnya hampir selalu sama: bibit awal yang dipilih asal-asalan. Kandang bagus dan pakan mahal tidak banyak membantu kalau dari awal DOC yang dibeli memang bukan turunan petelur unggul. Ringkasnya: saya memilih anakan umur 7–10 hari dengan bulu rapi, mata cerah, ukuran seragam, dan gerak aktif, lalu menanyakan riwayat indukannya ke penjual. Soal harga, saya tidak mengejar yang paling murah. (Di artikel ini, "DOC" saya pakai untuk anakan puyuh umur 7–10 hari.) Berikut cara saya menyeleksi bibit sebelum dibawa pulang ke kandang, berdasarkan apa yang sudah saya praktikkan sendiri. Ciri Fisik Bibit yang Saya Periksa Sebelum Beli Saat datang ke peternak bibit, saya tidak...

Puyuh Blaster VS Puyuh Auntum, Mana Yang Bagus Untuk Dikembangkan

Gambar bibit puyuh blaster dan auntum usia 37 hari 1.000 ekor puyuh blaster lokal dan 1.000 ekor puyuh auntum, saya pelihara berdampingan di kandang, pakan, dan perawatan yang sama persis. Bukan perbandingan di atas kertas, tapi hasil pengamatan langsung selama menjalankan keduanya bersamaan. Perbedaannya cukup jelas terlihat, tapi tidak sesederhana "yang satu lebih bagus dari yang lain". Ada faktor usia, cara jual telur di daerah saya, sampai daya tahan terhadap cuaca yang ikut menentukan mana yang lebih cocok. Sistem Pemeliharaan yang Saya Samakan untuk Keduanya Supaya perbandingannya adil, kandang untuk kedua jenis puyuh ini saya buat seukuran dan semodel, masing-masing kamar diisi sekitar 40 ekor. Pakannya juga dari campuran yang sama, kadar protein sekitar 18,6%. Untuk takaran pakan, saya pakai asumsi 22 gram per ekor per hari. Artinya kebutuhan per kamar (40 ekor) sebenarnya sekitar 880 gram. Tapi dalam praktiknya saya selalu kasih sekitar 1 kilogram per kamar...

Modal Rp500 Ribu untuk 1.000 Telur Puyuh, Berapa yang Berhasil Menetas?

Mesin tetas telur puyuh rakitan sendiri kapasitas 1000 butir Ringkasnya: saya menetaskan 1.000 butir telur fertil puyuh GPS (Rp500.000) di mesin tetas rakitan sendiri: box triplek 140 × 60 × 40 cm, termostat digital Rp36.000, dan 9 bohlam. Suhu dijaga 37,5–38,5°C dengan kelembapan 50–60%, telur dibalik manual 3 kali sehari dari hari ke-4 sampai ke-15. Hasilnya 750 ekor menetas (75%), dengan biaya sekitar Rp715 per ekor dibanding harga DOC Rp4.000 per ekor. Rp4.000 per ekor. Itu harga DOC puyuh umur 10 hari yang biasa saya beli di daerah saya waktu masih mengandalkan bibit dari luar. Kedengarannya murah, tapi begitu saya hitung untuk menambah populasi dalam jumlah ratusan ekor, angkanya langsung terasa berat di kantong. Dari situ saya mulai cari cara supaya bibit puyuh bisa lebih murah. Waktu itu saya belum kenal istilah parent stock atau grand parent stock, apalagi kepikiran bikin DOC sendiri secara rutin. Yang ada di kepala saya cuma satu: gimana caranya dapat bibit tanpa harus...