Puyuh Blaster VS Puyuh Auntum, Mana Yang Bagus Untuk Dikembangkan
![]() |
| Gambar bibit puyuh blaster dan auntum usia 37 hari |
Puyuh Blaster atau Auntum Mana yang Lebih Bagus? Pengalaman Memelihara 2.000 Ekor Puyuh Petelur untuk Produksi Telur Konsumsi
Banyak peternak puyuh pemula maupun yang sudah berpengalaman sering bertanya, mana yang lebih bagus untuk menghasilkan telur konsumsi, puyuh blaster lokal atau puyuh auntum? Pertanyaan ini memang cukup menarik karena kedua jenis puyuh tersebut saat ini banyak dipelihara oleh peternak di berbagai daerah di Indonesia.
Saya sendiri memiliki pengalaman memelihara kedua jenis puyuh tersebut secara bersamaan. Saat ini populasi puyuh yang saya pelihara sekitar 1.000 ekor puyuh blaster lokal dan 1.000 ekor puyuh auntum. Karena dipelihara dalam lingkungan yang sama, menggunakan pakan yang sama, serta mendapatkan perawatan yang sama, saya bisa melihat secara langsung perbedaan performa keduanya berdasarkan pengalaman di lapangan.
Sistem Pemeliharaan yang Sama untuk Kedua Jenis Puyuh
Untuk mendapatkan perbandingan yang lebih adil, saya menggunakan sistem pemeliharaan yang sama pada kedua jenis puyuh tersebut. Kandang yang digunakan memiliki ukuran dan model yang serupa, dengan jumlah populasi sekitar 40 ekor dalam setiap kamar kandang.
Pakan yang diberikan juga berasal dari campuran yang sama dengan kadar protein sekitar 18,6 persen. Menurut saya, kadar protein tersebut sudah cukup baik untuk mendukung produksi telur puyuh konsumsi.
Dalam pemberian pakan, saya menggunakan asumsi sekitar 22 gram per ekor per hari. Jika dalam satu kamar kandang berisi 40 ekor puyuh, maka kebutuhan pakan harian sebenarnya sekitar 880 gram. Namun dalam praktiknya saya selalu memberikan sekitar 1 kilogram pakan per kamar kandang setiap hari.
Alasan saya memberikan pakan lebih banyak adalah untuk menghindari kondisi pakan habis ketika saya terlambat melakukan pengisian ulang. Dengan cara tersebut, puyuh tetap memiliki akses pakan sepanjang hari sehingga tidak mengalami stres akibat kekurangan pakan.
Perbandingan Produksi Telur Puyuh Blaster dan Auntum
Saat artikel ini ditulis, usia puyuh auntum yang saya pelihara masih tergolong muda, yaitu sekitar 4 bulan. Produksi telurnya berada di kisaran 90 persen. Artinya, dari 1.000 ekor puyuh auntum saya bisa mendapatkan sekitar 900 butir telur setiap harinya.
Sementara itu, puyuh blaster lokal yang saya pelihara sudah berusia sekitar 14 bulan. Usia tersebut sudah mulai mendekati masa afkir sehingga produksi telurnya mengalami penurunan. Saat ini tingkat produksinya berada di kisaran 75 persen atau sekitar 750 butir telur per hari dari populasi 1.000 ekor.
Baca Juga: Penyebab Umum Produksi Telur Puyuh menurun
Jika melihat angka produksi tersebut secara langsung, tentu puyuh auntum terlihat lebih unggul. Namun menurut saya, perbandingan ini belum sepenuhnya adil karena usia kedua kelompok puyuh memang berbeda cukup jauh.
Puyuh auntum masih berada pada masa produksi terbaik, sedangkan puyuh blaster sudah memasuki usia tua. Apabila dibandingkan pada usia yang sama, kemungkinan hasilnya bisa berbeda.
Ukuran Telur Menjadi Keunggulan Puyuh Auntum
![]() |
| Gambar perbedaan telur puyuh auntum dan puyuh blaster |
Salah satu perbedaan yang paling mudah terlihat adalah ukuran telur yang dihasilkan. Dari hasil pengamatan saya setiap hari, telur puyuh auntum memiliki ukuran yang lebih besar dibandingkan telur puyuh blaster lokal.
Perbedaan ukuran tersebut cukup jelas ketika telur dikumpulkan dalam satu wadah. Telur auntum terlihat lebih berisi dan memiliki bobot yang lebih tinggi dibandingkan telur blaster.
Bagi peternak yang menjual telur berdasarkan berat atau kilogram, kondisi ini tentu menjadi keuntungan tersendiri. Dengan ukuran telur yang lebih besar, total berat telur yang dihasilkan akan lebih tinggi sehingga potensi pendapatan juga bisa meningkat.
Inilah alasan mengapa saya sering menyarankan puyuh auntum bagi peternak yang memasarkan telur dalam satuan kilogram.
Konsumsi Pakan Auntum Sedikit Lebih Tinggi
Di balik ukuran telur yang lebih besar, saya juga melihat bahwa puyuh auntum memiliki nafsu makan yang sedikit lebih tinggi dibandingkan puyuh blaster lokal. Meskipun perbedaannya tidak terlalu jauh, tetapi tetap bisa terlihat dalam pemeliharaan sehari-hari.
Baca Juga: Keuntungan Ternak 2000 Ekor Puyuh Petelur
Karena lebih rakus, kebutuhan pakan auntum bisa sedikit lebih besar apabila dibandingkan dengan blaster. Hal ini tentu perlu diperhitungkan oleh peternak ketika menghitung biaya produksi dan keuntungan usaha.
Namun menurut saya, tambahan konsumsi pakan tersebut masih cukup seimbang dengan ukuran telur yang lebih besar serta produktivitas yang tinggi pada masa puncak produksi.
Daya Tahan Tubuh Auntum Cukup Baik di Daerah Panas
Daerah tempat saya beternak memiliki suhu yang cukup panas, terutama pada siang hari. Kondisi cuaca seperti ini sering menjadi tantangan tersendiri dalam usaha ternak puyuh karena dapat memengaruhi konsumsi pakan maupun produksi telur.
Selama memelihara kedua jenis puyuh tersebut, saya melihat bahwa puyuh auntum memiliki daya tahan tubuh yang cukup baik terhadap kondisi panas. Puyuh tetap aktif makan dan produksi telurnya relatif stabil.
Baca Juga: Membuat Final Stock Pada Puyuh Petelur
Sementara puyuh blaster juga mampu beradaptasi dengan lingkungan kandang, namun berdasarkan pengamatan saya, auntum terlihat sedikit lebih kuat menghadapi perubahan cuaca panas yang sering terjadi di daerah saya.
Pertimbangan Berdasarkan Sistem Penjualan Telur
Menurut saya, faktor paling penting dalam memilih jenis puyuh bukan hanya produksi telur atau ukuran telur saja, tetapi juga sistem penjualan yang berlaku di daerah masing-masing.
Di Kabupaten Sijunjung, Sumatera Barat, tempat saya menjual hasil produksi telur, harga telur puyuh umumnya dihitung per tray atau per rak yang berisi 100 butir telur. Pada tanggal 21 Juni 2026, harga telur puyuh berada di kisaran Rp26.000 per tray.
Karena penjualan dilakukan berdasarkan jumlah butir, ukuran telur tidak terlalu memengaruhi harga jual. Telur kecil maupun besar tetap dihargai sama selama jumlahnya 100 butir per tray.
Baca Juga: Racikan Pakan Puyuh Petelur Protein 18%
Dalam kondisi seperti ini, saya pribadi lebih menyukai puyuh blaster lokal. Alasannya sederhana, karena keuntungan lebih banyak ditentukan oleh jumlah telur yang dihasilkan, bukan berat telur.
Apabila harga jual tetap sama per tray, maka telur yang lebih besar dari auntum tidak memberikan tambahan nilai jual yang signifikan bagi saya sebagai peternak.
Kesimpulan: Pilih Auntum atau Blaster?
Berdasarkan pengalaman saya memelihara masing-masing 1.000 ekor puyuh blaster lokal dan 1.000 ekor puyuh auntum, kedua jenis puyuh tersebut memiliki kelebihan masing-masing.
Puyuh auntum unggul dalam ukuran telur, produktivitas pada usia muda, serta memiliki daya tahan yang cukup baik terhadap cuaca panas. Jenis ini sangat cocok bagi peternak yang menjual telur berdasarkan kilogram karena ukuran telurnya lebih besar dan bobot panennya lebih tinggi.
Sementara itu, puyuh blaster lokal tetap menjadi pilihan menarik bagi daerah yang menjual telur berdasarkan jumlah butir atau per tray. Karena harga jual tidak dipengaruhi ukuran telur, fokus utama adalah jumlah telur yang dihasilkan.
Jika ditanya mana yang lebih bagus, jawaban saya adalah tergantung sistem pemasaran di daerah masing-masing. Untuk penjualan per kilogram saya lebih merekomendasikan puyuh auntum. Namun untuk penjualan per tray seperti yang berlaku di daerah saya, puyuh blaster masih menjadi pilihan yang cukup menarik untuk dipelihara.
Pada akhirnya, keberhasilan usaha ternak puyuh tidak hanya ditentukan oleh jenis puyuh yang dipelihara, tetapi juga manajemen pakan, kualitas perawatan, kondisi kandang, serta strategi pemasaran hasil telur yang diterapkan oleh peternak.


Gabung dalam percakapan