Hasil Ternak 1.150 Ekor Puyuh Selama 30 Hari, Berapa Keuntungan yang Saya Dapat?
Rp121.300 sampai Rp135.250. Itu keuntungan harian yang saya dapat dari 1.150 ekor puyuh Autumn umur 4 bulan, setelah dikurangi biaya pakan saja. Semua angka di artikel ini murni dari kandang saya sendiri — hasil peternak lain bisa berbeda tergantung manajemen, pakan, cuaca, dan kondisi lingkungan masing-masing.
Produksi Telur dari 1.150 Ekor
Puyuh saya sekarang berumur sekitar 4 bulan dan sudah masuk masa produksi yang stabil. Panen harian saya berkisar antara 970 sampai 1.015 butir, artinya tingkat produksinya:
- Produksi terendah: 970 ÷ 1.150 × 100 = 84,35%
- Produksi tertinggi: 1.015 ÷ 1.150 × 100 = 88,26%
Rata-ratanya di kisaran 86% — menurut saya ini angka yang cukup baik untuk puyuh seumuran ini.
Baca Juga: Penyebab Cangkang Telur Puyuh Tipis
Biaya Pakan Harian
Saya kasih pakan sekitar 26 gram per ekor per hari. Untuk 1.150 ekor:
1.150 × 26 gram = 29.900 gram (29,9 kg) pakan per hari
Harga pakan yang saya pakai sekitar Rp6.000 per kilogram, jadi biaya pakan hariannya:
29,9 kg × Rp6.000 = Rp179.400 per hari, atau Rp5.382.000 per bulan (30 hari)
Pakan tetap jadi pengeluaran terbesar dalam usaha ini, jadi saya selalu cari formula yang tetap berkualitas tapi tidak menggerus keuntungan.
Pendapatan dan Keuntungan Harian
Di Sumatera Barat, telur puyuh dijual per butir, bukan per kilogram. Harga sekarang Rp310 per butir — naik cukup jauh dari beberapa bulan lalu yang hanya Rp230 per butir.
Dengan harga itu, pendapatan dan keuntungan setelah dipotong biaya pakan (Rp179.400):
| Produksi | Pendapatan | Keuntungan Setelah Pakan |
|---|---|---|
| 970 butir | 970 × Rp310 = Rp300.700 | Rp121.300 |
| 1.015 butir | 1.015 × Rp310 = Rp314.650 | Rp135.250 |
Perhitungan ini belum memasukkan listrik, vitamin, obat-obatan, penyusutan kandang, dan tenaga kerja — tapi setidaknya menggambarkan keuntungan setelah komponen biaya terbesar, yaitu pakan.
Baca Juga: Keuntungan Ternak Puyuh 2000 Ekor
Proyeksi Selama 30 Hari
Kalau produksi stabil selama sebulan penuh:
Produksi 970 butir per hari
Pendapatan kotor: Rp300.700 × 30 = Rp9.021.000
Keuntungan setelah pakan: Rp121.300 × 30 = Rp3.639.000
Produksi 1.015 butir per hari
Pendapatan kotor: Rp314.650 × 30 = Rp9.439.500
Keuntungan setelah pakan: Rp135.250 × 30 = Rp4.057.500
Jadi dengan harga telur Rp310 per butir seperti sekarang, keuntungan saya di kisaran Rp3,6 juta sampai Rp4 juta per bulan — itu pun baru setelah dikurangi biaya pakan saja, belum biaya operasional lain.
Kandang di Tengah Kebun, Jauh dari Keramaian
Salah satu hal yang sering saya pikirkan adalah lokasi kandang saya sendiri. Kandang saya berada di tengah area perkebunan, jauh dari jalan raya maupun permukiman padat — suasananya tenang, jarang ada suara kendaraan atau aktivitas manusia yang mengganggu.
Saya belum punya bukti ilmiah bahwa lokasi ini secara langsung mendongkrak produksi telur. Tapi dari pengalaman, saya merasa kandang yang tenang membuat puyuh lebih jarang stres. Puyuh dikenal sensitif terhadap gangguan — kalau terlalu sering terkejut suara keras, dipindah-pindah kandang, atau ada aktivitas berlebihan di sekitarnya, produksi telur bisa turun.
Selain suasana yang tenang, saya juga jaga ventilasi supaya suhu tidak terlalu panas, air minum selalu tersedia, pakan diberikan tepat waktu, dan kebersihan kandang dijaga tiap hari. Kombinasi ini yang menurut saya jadi salah satu alasan produksi di kandang saya bisa bertahan di kisaran 84–88%.
Kenaikan Harga Telur yang Menyelamatkan Margin
Naik-turunnya harga telur sangat menentukan keuntungan peternak. Beberapa bulan lalu harga hanya sekitar Rp230 per butir — dengan produksi yang sama, keuntungan saya jelas jauh lebih kecil dari sekarang. Harga Rp310 per butir yang berlaku sekarang naik sekitar 35% dari titik itu, dan kenaikan ini yang banyak membantu menutupi biaya pakan yang juga terus naik.
Baca Juga: Kenapa Peternak Puyuh Mengalami Kerugian? Berikut Alasannya Disini
Yang Saya Pelajari dari 1.150 Ekor Ini
Beternak puyuh bukan usaha yang langsung menghasilkan keuntungan besar dalam waktu singkat — butuh ketelatenan menjaga kesehatan ternak, kualitas pakan, kebersihan kandang, dan manajemen produksi setiap hari.
Produksi telur yang tinggi juga bukan cuma soal bibit bagus. Lingkungan kandang yang nyaman, pemberian pakan yang konsisten, air minum bersih, dan minimnya gangguan dari luar sepertinya ikut berperan menjaga performa produksi tetap di angka 86% pada usia 4 bulan ini.
Data dari 1.150 ekor ini mungkin tidak akan sama persis dengan kandang peternak lain, tapi setidaknya bisa jadi gambaran nyata untuk usaha puyuh skala di atas seribu ekor — terutama soal bagaimana harga telur yang fluktuatif bisa sangat menentukan besar-kecilnya margin bulanan.

Gabung dalam percakapan